Postingan

LGBTQ: Jembatan Menuju Konstruksi Berfikir Atheisme dan Agnostik

Gambar
 Oleh: Deva Gama Rizky Octavia Penggunaan bahasa yang berhubungan dengan identitas seksual terus berkembang dalam masyarakat. Bahasa ini menjadi gambaran dari beragamnya identitas seksual yang mencerminkan ketertarikan seksual pada diri seorang manusia, tak terkecuali LGBTQ. Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Queer atau yang disngkat LGBTQ adalah komunitas sosial dimana para anggotanya mengalami suatu kelainan terhadap orientasi seksualnya. Istilah LGBTQ ini sudah digunakan sejak era ’90-an. Peristiwa LGBTQ sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan gambar ataupun relief pada era Mesir Kuno terdapat dua lelaki yang saling berciuman. Baru-baru ini, para ahli sosial telah mengumpulkan istilah-istilah yang berkaitan dengan orientasi seksual, termasuk "Q" dalam LGBTQ dan istilah lain yang menggambarkan gender. Indonesia adalah negara yang berketuhanan dan berbudaya, yang mana kita harus taat dalam beragama dan melestarikan serta memaknai kebudayaan di Nusantara. Dalam beberapa...

Indonesia: New Normal vs Moralitas Masyarakat

Gambar
Perubahan memang suatu hal yang pasti, terlebih lagi ditengah pandemi seperti sekarang ini. Banyak perubahan yang silih berganti. Pemerintah kini tengah mencari solusi, berbagai macam kebijakan pun silih berganti, hingga “New Normal” menjadi solusi. Tapi, di saat situasi yang belum terkendali, pemerintah seakan lepas kendali. Alih – alih mencari solusi, jangan sampai masalah yang lain semakin mengantre. Kita semua tahu bahwa kehidupan yang berubah dikarenakan pandemi adalah sebuah hal yang tak bisa dihindari. Oleh karena itu, pemerintah menyatakan agar masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan COVID-19. Pemerintah Indonesia, melalui juru bicaranya mengatakan masyarakat  harus menjaga produktivitas ditengah pandemi dengan tatanan baru yang disebut “New Normal” . Pandemi Corona telah mengharuskan masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan kenormalan baru. Harapannya, masyarakat segera bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa namun dengan cara baru. Namun yang menjadi pe...

IP tinggi hasil SKS, berkualitaskah ?

Gambar
oleh : Deva Gama Rizky Octavia   Mendengar kata mahasiwa pasti identik dengan pemuda-pemudi  stylies,fashionable, millennial, modern, dan berbahasa gaul serta idealis.  Mahasiswa pasti tak lepas dari sebuah pencapaian-pencapaian mereka salah satunya pencapaian yang diapat melalui indeks prestasi (IP). IP sendiri merupakan sistem penilaian yang dipakai di perguruan tinggi. Berbeda dengan SMA.   Pada saat ini dikalangan mahasiwa, mendapatkan IP yang tinggi merupakan suatu pencapaian yang berkelas. Pandangan bahwa mendapatkan IP bagus dapat membuat prestise mahasiwa lebih tinggi, membuat seakan tujuan mahasiswa sebagai sesesorang yang berstatus menuntut ilmu kini berbelok arah menjadi seseorang yang menuntut IP. Disamping itu, yang miris adalah kenyataan di sekeliling kita bahwa sebuah lembaran transkip nilai yang bagus lebih dihargai daripada prosesnya.   Sebenarnya tidak ada salahnya kita sebagai seorang mahasiswa berusaha ingin mendapatkan IP tinggi...

Islam Dalam Jurang Postmodernisme

Gambar
Oleh : Deva Gama Rizky Octavia Zaman selayaknya menjadi wadah perubahan, sejatinya menjadi wadah bercengkerama, dan seharusnya menjadi wadah yang tak kenal usang. Namun ternyata, suatu zaman juga dapat menjadi tiran,Ia seakan sudah masuk dalam wadah-wadah kehidupan, menutup sebuah realitas yang pasti dan terbelenggu dalam sebuah retorika yang tak pasti. Semua penilaian seakan hanya terdapat pada rasa, nyata dan fiksisama saja, tak berbeda, dan hampa untuk didefinisikan. Apalagi jika ia disandingkan dengan agama, maka zaman ini bak singa yang siap menerkam mangsanya, menerkam wadah-wadah kehidupan. Apabila wadah tersebut tidak dijaga baik-baik, maka kau harus siap terbelenggu dalam kehinaannya. Perbedaan antara media dan realitas telah runtuh. Keadaan ini yang disebut sebagai keadaan hiper-realitas. Segala ide-ide tentang kebenaran hanya berfungsi sebagai klaim saja. Di masa ini, sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang fiksi, terutama dalam film dan televisi sehingga...